Banda Aceh – Gerakan Titipan Rakyat (GETAR) Aceh mendesak Gubernur Aceh selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) untuk segera mengevaluasi sekaligus mencopot Mawardi Nur dari jabatannya sebagai Direktur Utama. Desakan itu disampaikan karena PT PEMA dinilai belum mampu mengelola perusahaan daerah secara optimal dan gagal mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.
Sekretaris Jenderal GETAR Aceh, Teuku Izin, menilai PT PEMA sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kebanggaan masyarakat Aceh justru mengalami kemunduran di bawah kepemimpinan Mawardi Nur. Menurutnya, perusahaan belum mampu memberikan kontribusi dividen yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), minim inovasi, serta belum berhasil merealisasikan berbagai proyek strategis.
Dalam pernyataan resminya di Banda Aceh, Sabtu (6/7/2026), Teuku Izin menyebut kepemimpinan Mawardi Nur belum menghadirkan terobosan yang mampu membawa PT PEMA berkembang sebagai perusahaan daerah yang kompetitif.
"Kami meminta Gubernur Aceh segera mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi dan mencopot Direktur Utama PT PEMA demi menyelamatkan aset daerah yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh," ujar Teuku Izin.
GETAR Aceh mengungkapkan sejumlah alasan yang menjadi dasar tuntutan tersebut. Organisasi itu menilai manajemen PT PEMA belum mampu mengoptimalkan sektor-sektor strategis, seperti industri, perdagangan, dan lini bisnis utama perusahaan.
Selain itu, PT PEMA juga dinilai belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dalam menciptakan lapangan kerja maupun mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurut GETAR Aceh, kepemimpinan Mawardi Nur juga belum menunjukkan visi yang kuat dalam menangkap peluang investasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus memberikan manfaat bagi perekonomian Aceh.
Karena itu, GETAR Aceh meminta Gubernur Aceh menunjuk figur baru yang profesional, berintegritas, serta memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan potensi bisnis PT PEMA agar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi daerah.
Sebagai bentuk keseriusan, GETAR Aceh menyatakan akan menggelar aksi bersama sejumlah elemen masyarakat apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah evaluasi terhadap jajaran direksi PT PEMA. Aksi tersebut, menurut mereka, merupakan bentuk dorongan agar perusahaan daerah itu kembali menjalankan fungsinya sebagai motor penggerak perekonomian Aceh. [Adul]
Komentar