Grup Rapai Debus Cotdah Tanah Luas Bersinar dengan Grub Rapai Keude Geudeumbak Idi, Tampil Memukau di Buket Selamat Gampong Trieng -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Grup Rapai Debus Cotdah Tanah Luas Bersinar dengan Grub Rapai Keude Geudeumbak Idi, Tampil Memukau di Buket Selamat Gampong Trieng

Redaksi
Selasa, 16 Juni 2026


Aceh Utara - Grup kesenian tradisional Sinar Pelita Rapai Debus dari desa Cotdah tampil memukau dalam pertunjukan di Gampong Trieng Buket Selamat, kecamatan cot girek, Aceh Utara, malam Senin (15/06/ 2026)


‎Pertunjukan yang disaksikan hampir ribuan penonton dirumah Mukhtaruddin acara sunatan anaknya, di buket selamat Gampong trieng, berlangsung semarak aman dan tertib,

Aksi para pemain debus di atas panggung membuat suasana histeris.


Atraksi kekebalan tubuh yang di tampilkan oleh kedua grub rapai itu, menjadi ciri khas debus berhasil di perdampilkan di depan warga yang memadati lokasi acara,


Syeh Rusli Sabil, pimpinan Grup Sinar Pelita tanah luas Blang jreun, menyambut baik antusiasme masyarakat terhadap penampilannya


‎Kata dia, pihak grub rapai dabus cotdah mengharapkan perhatian khusus kepada pemerintah Aceh Utara dan pusat, dikarenakan itu adat budaya Aceh, untuk menghidupkan kembali adat seni rapai ini, karena sekarang sangat kurang perhatian dari Bupati Aceh Utara,” ujarnya di sela sela acara.


‎Syeh Rusli berharap kesenian rapai debus yang merupakan warisan budaya Aceh yang tidak punah, namun dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar para seniman muda terus termotivasi melestarikan tradisi leluhur.


‎Asal usul seni budaya adat Rapai dari Aceh itu erat banget sama masuknya Islam ke tanah Rencong, makan dengan ini mari sama-sama kita hidupkan dan kita kembangkan rapai ini.


‎‎Rapai bukan cuma tarian, tapi alat musik pukul khas Aceh yang dimainkan pakai tangan kosong, menurut kepercayaan masyarakat Aceh, rapai diciptakan oleh Syekh Ahmad bin Rifa’i, pendiri tarekat Rifa’iyyah dari Baghdad.


Ada juga versi yang menyebut Syekh Rapi/Syekh Rifa’i yang bawa rapai pas  menyebarkan Islam ke Aceh, acara di tutup dengan tepuk tangan meriah dari ratusan penonton.[Pawang]