Komandan Komando Daerah TNI AL (Dankodaeral) V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., diwakili Dansatrol Kodaeral V Kolonel Laut (P) Dr. Moch. Anton Maulana, S.E., M.M., MDMS., M.Tr.Opsla., Ph.D., menghadiri apel pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Operasi Penanganan Premanisme Kota Surabaya yang digelar di halaman Balai Kota Surabaya. Senin (05/01/2026)
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Surabaya Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T., dan didampingi oleh :
1. Kaskogartap III/SBY Brigjen TNI (Mar) Danuri, S.M.,
2. Dandim 0830/Surabaya Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han.,
3. Kapolrestabes Surabaya., Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si.,
4. Danlanmar Surabaya Kolonel Mar Argo Setiyono, M.Tr.Hanla.,
5. Kapolres Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H.
Apel pembentukan satgas ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta menjaga ketertiban umum di wilayah Kota Surabaya. Satgas terpadu ini melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Walikota Surabaya menegaskan bahwa keberadaan satgas terpadu diharapkan mampu menekan aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam penegakan hukum dan perlindungan warga.
“Kami ingin memastikan Surabaya tetap menjadi kota yang aman, tertib, dan kondusif untuk seluruh warganya. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektor yang solid,” ujar Walikota Surabaya.
Sementara itu, Dansatrol Kodaeral V menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan satgas terpadu tersebut, sebagai penegasan bahwa TNI siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung upaya penanganan premanisme di Surabaya.[*]

Komentar