Kupang — Komando Daerah TNI Angkatan Laut Kodaeral VII menerima kunjungan kerja Safari Intelijen TNI Angkatan Laut Tahun 2026 yang dipimpin Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Akmal, S.AP., M.M., M.Tr.Opsla. Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung W.Z. Johannes Makodaeral VII dan menjadi momentum penting dalam memperkuat intelijen maritim di wilayah kerja Kodaeral VII.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Paban I Ren Sintelal Kolonel Laut (T) Ariyadi, S.E., M.Han., Paban II Pam Sintelal Kolonel Laut (P) Muhammad Nizar Gadafi, S.E., CHRMP., M.Han., Pabanda Minku Ban I Ren Sintelal Mayor Laut (S) Noor Komara, serta Pabanda Binpers Ban I Ren Sintelal Mayor Laut (E) Arga Firdaco, S.S.T.Han.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wadan Kodaeral VII Brigjen TNI (Mar) Nawawi, S.E., M.M., mewakili Dankodaeral, para Pejabat Utama, para Kepala Satuan Kerja, serta seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodaeral VII dan jajaran Lanal yang mengikuti kegiatan melalui video conference.
Sambutan Dankodaeral VII yang dibacakan oleh Wadan Kodaeral VII menegaskan bahwa kehadiran Asintel Kasal merupakan kehormatan sekaligus energi baru bagi jajaran Kodaeral VII dalam memperkuat fungsi intelijen. Ia menyampaikan bahwa dinamika perkembangan lingkungan strategis yang semakin kompleks menuntut peningkatan kewaspadaan dan profesionalisme prajurit, khususnya di bidang intelijen maritim. Berbagai tantangan di wilayah perairan dan pesisir, potensi pelanggaran hukum di laut, ancaman keamanan maritim, serta dinamika sosial yang dapat memengaruhi stabilitas pertahanan menjadi perhatian serius dalam mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut.
Dalam paparannya, Asintel Kasal Laksamana Muda TNI Akmal, S.AP., M.M., M.Tr.Opsla., menyampaikan perkembangan lingkungan strategis, global dan regional yang memengaruhi stabilitas keamanan maritim, termasuk modernisasi militer sejumlah negara dan dinamika kawasan yang berimplikasi terhadap kepentingan nasional Indonesia. Penjelasan tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai pentingnya kesiapsiagaan intelijen sebagai garda terdepan dalam sistem pertahanan negara.
Asintel Kasal menegaskan bahwa Safari Intelijen TNI AL Tahun 2026 bertujuan untuk mensosialisasikan kebijakan pimpinan TNI AL agar difahami dan dilaksanakan hingga satuan terbawah, mengetahui permasalahan aktual di lapangan guna mencari solusi terbaik. Penekanan diarahkan pada penguatan sistem deteksi dini dan peringatan dini nasional, integrasi dan sinkronisasi intelijen TNI, pengembangan sumber daya manusia intelijen yang profesional dan adaptif, serta penguatan fungsi analisis strategis, kontra intelijen, dan intelijen pengamanan.
Melalui Safari Intelijen ini, Kodaeral VII berharap memperoleh arahan komprehensif terkait kebijakan pimpinan TNI AL di bidang intelijen sebagai pedoman dalam mempertajam kemampuan deteksi dini, cegah dini, serta sistem pengamanan satuan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wahana konsolidasi dan penyamaan persepsi agar setiap unsur intelijen di jajaran Kodaeral VII mampu bergerak cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi spektrum ancaman yang terus berkembang.[*]

Komentar