Gas 3 Kg Langka: Satu SPBE Jadi Sumber Masalah -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman


 

Gas 3 Kg Langka: Satu SPBE Jadi Sumber Masalah

Redaksi
Minggu, 23 November 2025

 


Aceh Utara — Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Aceh Utara kembali memicu keresahan warga. Wakil Ketua I DPRK Aceh Utara, Jirwani yang sering disapa Nek Jir menegaskan, persoalan ini bukan semata kesalahan agen maupun pangkalan, melainkan masalah struktural yang sudah lama diabaikan.
‎Menurutnya, akar persoalan kelangkaan berada di tingkat hulu, terutama minimnya fasilitas Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).
‎“Jangan lihat dari bawah dulu. Lihat dari atas. Kelangkaan ini terjadi karena Aceh Utara hanya bergantung pada satu SPBE yang terletak di Gampong Cot Girek, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe,” ujarnya.
‎Ia menjelaskan, tiga kabupaten/kota bergantung pada satu SPBE tersebut. Akibat antrean panjang armada pengangkut, agen sering terpaksa mendistribusikan gas hingga larut malam.
‎“Kalau distribusi malam, potensi kecurangannya lebih tinggi,” tambahnya.
‎Selain minimnya SPBE, ia menilai kelangkaan juga dipicu oleh data penerima yang tidak akurat. Setiap tahun jumlah penduduk bertambah, tetapi kuota gas bersubsidi tidak mengikuti perkembangan tersebut.
‎“Kalau pengajuan kuota tahun ini 10.000 tabung, tahun depan tidak bisa tetap segitu. Pemerintah daerah melalui Disperindagkop harus memperbarui data supaya Pertamina tahu kebutuhan riil,” tegasnya, Nek Jir
‎Ia meminta pemerintah Aceh Utara segera melakukan pendataan ulang penerima gas 3 kg dan mengusulkan pembangunan satu SPBE tambahan.
‎“SPBE di Lhokseumawe, Wajar kalau pasokan ke Aceh Utara tersendat. Menambah satu SPBE adalah keharusan,” tutupnya.[wir]