Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan Sik MH Jenguk Najir Mesjid ke RSUD Rantauprapat -->

Iklan Semua Halaman

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan Sik MH Jenguk Najir Mesjid ke RSUD Rantauprapat

Redaksi
Sabtu, 21 Agustus 2021

Labuhanbatu – Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, S.IK.,MH bersama Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikhesit mengecek keadaan seorang nazir masjid, yang menjadi korban penusukan di RSUD Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis (19/8/2021).

Korban yang diketahui bernama Marzuki Harahap (54) kritis usai ditusuk seorang pemuda berinisial AR alias Arief (31) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Batusangkar, Rantauprapat, usai memakamkan tetangganya, Kamis sore itu sekira pukul 16.25 WIB.

Penusukan ini diduga kuat lantaran Arief tersinggung karena anak korban bernama Putra Harahap menanyakan keberadaannya yang sudah tidak terlihat dalam 4 bulan beribadah di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu.

Saksi mata yang melihat kejadian, Mora Tahan Hasibuan menjelaskan, kejadian begitu cepat, warga tidak menyangka pelaku sudah menunggu di luar TPU dengan membawa senjata tajam sejenis sangkur untuk menyerang korban yang sehari-hari mengurus Masjid.

Usai memanjatkan doa jenazah, korban beranjak keluar dari TPU dan dihampiri pelaku yang sudah menunggu dan menyerang dengan cara menghujamkan sangkur ke bagian dada kanan, kemudian menusuk di belakang punggung sebanyak 2 kali hingga korban tersungkur tidak berdaya.

"Iya beliau memang nadzir masjid kami, setelah doa jenazah, Pak Marzuki Harahap mau pulang, belum sampai keluar tiba-tiba datang dan langsung menyerang," jelas Kapolres Labuhanbatu.

Warga yang melihat langsung berteriak dan mengejar sembari menghajar pelaku hingga babak belur. Selanjutnya, warga menyerahkannya ke Mapolres Labuhanbatu.

Terkini, korban dilarikan ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

"Warga melihat kejadian itu langsung menangkap dan diserahkan ke kantor polisi. Kalau korban langsung dilarikan ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan perawatan," sebut Kapolres.

Informasi yang dihimpun di lapangan, Arief memang diketahui memiliki kepribadian yang kurang baik, dia juga pernah membakar rumah hingga terlibat cek-cok dengan kerabatnya.

Beberapa hari sebelum penikaman terjadi, warga mengetahui pelaku sempat berkomunikasi dengan anak korban, Putra Harahap.

Dalam percakapan itu, menurut sumber di lapangan, Putra menanyakan mengapa tidak pernah terlihat di Masjid Al Hidayah dalam 4 bulan terakhir. Diduga, pertanyaan itu membuat tersinggung dan mengincar salah satu keluarga korban.

"Sebelum kejadian, malam Kamis, 19 Agustus 2021, Arief terlihat mondar-mandir di rumah korban, dan dari kesaksian anak korban Putra, sempat bertanya kepada Arief kenapa tidak pernah terlihat lagi di Masjid Al Hidayah selama 4 bulan ini. Mungkin pertanyaan itu membuat sakit hati hingga tega menikam ayahnya," jelas Kapolres.

Informasi lain yang diterima, kondisi korban mulai membaik dan segera dilakukan operasi oleh tim medis RSUD Rantauprapat.(julip Ependi)