Aceh Utara — Eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pase, Rasyidin, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Aceh Utara untuk bersama-sama menjaga perdamaian Aceh dan mendukung pembangunan daerah.
Imbauan tersebut disampaikan Pang Rasyidin dalam kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim yang digelar di Rumah Cut Meutia, Gampong Mesjid Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Sabtu (15/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Rasyidin mengajak masyarakat untuk senantiasa memanjatkan doa agar perdamaian Aceh yang telah terjaga dapat terus dipertahankan.
“Mari kita panjatkan doa semoga perdamaian Aceh selalu terjaga demi Aceh yang maju, bermartabat dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat Aceh Utara agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi mengganggu perdamaian yang telah terbangun.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Aceh Utara agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin merusak perdamaian Aceh,” katanya.
Selain menjaga perdamaian, Rasyidin mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai program pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat.
Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan membawa Aceh menuju kondisi yang lebih baik.
“Kita bersama-sama mendukung program pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat demi Aceh yang maju dan sejahtera,” ucapnya.
Pada momentum tersebut, Rasyidin juga mengajak masyarakat mendoakan para pahlawan dan para pendahulu yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.
Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
“Mari kita panjatkan doa kepada para pahlawan yang telah mendahului kita dan telah berjasa bagi bangsa dan negara. Dalam momentum ini, kita juga mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81,” tuturnya.
Kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi serta mengingat kembali pentingnya menjaga perdamaian Aceh.[wir]
Komentar