Pelestarian Budaya Lokal: Mahasiswa KPM UIN SUNA Belajar Menganyam Tikar Bersama Warga Desa Lang Kuta -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman


 

Pelestarian Budaya Lokal: Mahasiswa KPM UIN SUNA Belajar Menganyam Tikar Bersama Warga Desa Lang Kuta

Redaksi
Kamis, 20 November 2025



Aceh Utara - Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 40 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah melaksanakan kegiatan pelestarian budaya lokal dengan belajar menganyam tikar pandan bersama ibu-ibu dan lansia di Gampong Lang Kuta, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, pada Kamis (20/11/2025).


Kegiatan ini disambut hangat oleh warga, terutama para ibu-ibu penganyam yang sudah lama menekuni kerajinan tikar pandan sebagai bagian dari tradisi turun-temurun. Para mahasiswa terlihat antusias mempraktikkan setiap langkah, mulai dari proses mempersiapkan daun pandan, teknik melilit, hingga menyusun pola anyaman yang rapi.


Aurellia Deby Annisa, salah satu anggota kelompok 40 menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk pengabdian, tetapi juga upaya mengenal lebih dekat nilai-nilai budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat. “Kami ingin belajar dari masyarakat, tidak hanya datang untuk menjalankan program, tapi juga memahami kearifan lokal yang menjadi identitas desa,” ujarnya.


Salah satu penganyam tikar, Ibu Ruqaiyah, mengaku senang karena masih ada generasi muda yang mau belajar dan peduli terhadap kerajinan tradisional. Menurutnya, menganyam tikar bukan hanya keterampilan, tetapi juga simbol kesabaran dan ketekunan. “Anak-anak sekarang jarang mau belajar. Jadi waktu mahasiswa datang, kami ikut semangat mengajarkan,” katanya sambil tersenyum.


Selain belajar menganyam, mahasiswa juga membantu mendokumentasikan proses pembuatan tikar sebagai bentuk promosi potensi desa. Dokumentasi ini rencananya akan dipublikasikan melalui media sosial untuk mengenalkan lebih luas bahwa Gampong Lang Kuta memiliki kekayaan budaya yang layak dilestarikan.


Kegiatan pelestarian budaya lokal ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa dan masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam menjaga tradisi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari kerajinan tikar pandan. Program ini akan berlanjut dengan pelatihan sederhana terkait pemasaran digital agar kerajinan masyarakat dapat memiliki daya jual yang lebih luas.[*]