MAPABA VIII PMII STIS Dayah Amal: 12 Kader, Satu Semangat yang Menyala -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman


 

MAPABA VIII PMII STIS Dayah Amal: 12 Kader, Satu Semangat yang Menyala

Redaksi
Minggu, 23 November 2025

Aceh Timur – Hujan yang tak kunjung reda sejak pagi tampaknya bukan alasan untuk memadamkan gelora kaderisasi. Di Aula Kementerian Agama Aceh Timur, Minggu (23/11/2025), MAPABA ke-VIII PK PMII STIS Dayah Amal tetap digelar dengan khidmat.

‎Meski hanya 12 peserta yang hadir dari total 20 pendaftar, proses pengkaderan berlangsung hidup. Sebagian peserta lain yang berhalangan hadir gegara terjebak musim penghujan akses jalan tergenang, rumah kemasukan air, hingga cuaca yang tak bersahabat.
‎Di ruangan yang tertata sederhana namun terasa hangat oleh semangat para peserta muda itu, hadir sejumlah tokoh yang ikut memberi dukungan.
‎Ketua PC ISNU Aceh Timur, Dr. (C) Asrul M. Yusuf, M.Pd, tampak berbincang dengan jajaran panitia sebelum acara dimulai.
‎Hadir pula Ketua Demisioner Kopri PC PMII Aceh Timur, Dina Asmini, S.E, Tgk. Zulfadli, S.H, serta Sahabat Syahrul Maulana, S.H., M.H, yang sejak awal dikenal dekat dengan proses pengkaderan di lingkungan PMII.
‎Ketua PC PMII Aceh Timur, M. Farhan Abdillah, dalam sambutannya menekankan bahwa MAPABA bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang pembentukan karakter dan pemahaman nilai-nilai gerakan.
‎Ia mengajak seluruh peserta untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, apa pun kondisi di luar gedung.
‎“MAPABA ini adalah pintu masuk. Dari sinilah perjalanan intelektual dan organisasional kalian dimulai. Ikuti hingga tuntas, karena proses tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Farhan dengan nada tegas namun teduh.
‎Ia juga menyinggung kehadiran peserta dari IAIN Langsa, yang menurutnya menjadi penanda bahwa PMII Aceh Timur semakin meluas dan diminati oleh mahasiswa lintas kampus.
‎Di tengah rintik hujan yang terdengar menampar genting aula, para peserta tetap menyimak materi demi materi.
‎MAPABA ke-VIII ini mungkin tak dihadiri pendaftar secara lengkap, namun semangat yang dibawa dua belas orang itu terasa cukup untuk menyalakan bara baru dalam gerakan mahasiswa di Aceh Timur.