Banjir Di Kota Meulaboh Cepat Surut Setelah Muspika Turunkan Excapator Korek Suak Laut -->

Iklan Semua Halaman

Banjir Di Kota Meulaboh Cepat Surut Setelah Muspika Turunkan Excapator Korek Suak Laut

Redaksi
Kamis, 12 Agustus 2021

Aceh Barat - Tanggap bencana dan merespon keluhan masyarakat yang terdampak banjir, Forkopimcam Johan Pahlawan bergerak cepat mengerahkan satu unit Excavator guna membelah atau membuka Suak tersumbat pasir yang ada di Ujong Kalak Kecamatan Johan Pahlawan, agar air lancar mengalir, Rabu (11/8/2021)

Babinsa setempat, Serda Munawar menjelaskan bahwa Mulut Muara Suak Ujong Kalak yang dibelah dengan volume Panjang 50 Meter dan Lebar 5 Meter.

"Setidaknya upaya ini bisa memperlancar aliran debet air banjir yang menggenangi Kota Meulaboh ataupun pemukiman warga yang ada disekitarnya. Sebab, guyuran air hujan yang melanda Aceh Barat dengan intensitas cukup lebat sangat meresahkan masyarakat karena menggenang bahkan di ruas jalan Nasional. Dan ini sangat membahayakan, maka Kami dengan lnstansi terkait langsung bergerak cepat membelah Suak agar air lekas surut", terang Serda Munawar

Pemikiran yang sama juga disampaikan oleh Camat Johan Pahlawan Cut Adieh Riri Meutia dengan mengatakan setelah dibukanya Mulut Muara yang tersumbat Pasir akan bisa memperlancar laju debit air keluar yakni menuju Laut lepas.

"Kedepan, agar hal serupa tidak terjadi lagi, Kami rencananya akan mengusulkan alat berat untuk bisa di standbykan di wilayah Johan Pahlawan. Tujuannya adalah, apabila terjadi hal serupa maka Kami bisa langsung bergerak cepat untuk melakukan pembelahan Suak yang ada di Muara Laut. Sehingga genangan air bisa diatasi dengan cepat dan tidak begitu parah", ulas Camat

Sementara itu, Danramil 07/JP Kapten lnf Hendra Saputra membenarkan bahwa banjir yang terjadi di Kota Meulaboh selama ini akibat kurang lancarnya air mengalir menuju pembuangan akhir (Laut).

"Faktor utamanya adalah kemungkinan fasilitas drainase kurang memadai, sehingga air seakan lambat mengalir. Untuk itu, sebagai Danramil Kami menghimbau masyarakat untuk merawat dan menjaga aliran - aliran air yang ada. Jangan sampai dijadikan tempat pembuangan sampah, akibatnya bisa menyumbat air dan berdampak pada masyarakat itu sendiri. Mari Kita mencari solusi agar kejadian semacam ini tidak terulang lagi", pungkas Kapten Hendra.(Red)