Ketua LPA Kabupaten Labuhanbatu di Fitnah 2 ASN dan 1 honorer Menyuruh Wartawan Mendatangi Rumah Dinas Pekebunan Prov.Sumut Menjadi Kantor Pengacara. -->

Iklan Semua Halaman

Ketua LPA Kabupaten Labuhanbatu di Fitnah 2 ASN dan 1 honorer Menyuruh Wartawan Mendatangi Rumah Dinas Pekebunan Prov.Sumut Menjadi Kantor Pengacara.

Redaksi
Rabu, 10 Februari 2021

LABUHANBATU - Dengan Viralnya berita di media dengan judul tentang "Rumah dinas perkebunan provinsi di labuhanbatu berubah fungsi jadi kantor", Ketua lembaga perlindungan anak kabupaten labuhanbatu difitnah 2 (dua) ASN dinas perkebunan provinsi sumatera utara menjadi dalang atas pemberitaan tersebut.

Dalam hal ini, Rumah ketua lembaga perlindungan anak labuhanbatu, bung Azhar Harahap didatangi beberapa orang diantaranya 2 orang perempuan, 2 orang laki-laki dan 1 orang anak-anak. Yang mana beberapa orang tersebut 3 orang ASN dan 1 Tenaga honorer dinas perkebunan provinsi Sumatera Utara di kediamannya Kompleks disbun aek tapa b asrama haji, Senin(9/02/2021).
 
Menurut dari istri Ketua lembaga perlindungan anak kabupaten labuhanbatu inisial N menyampaikan bahwa 3 orang ASN dinas perkebunan provinsi sumatera utara yang mana juga mereka itu tetangga saya ingin mencari suami saya. Hal ini saya pertanyakan kepada mereka untuk kepentingan apa mencari suami saya, ujarnya.
 
"Janganlah begitu kalo kita bertetangga, masak disuruh wartawan untuk naekkan pemberitaan, Pengacara yang buka kantor dirumahku itu saudaraku, karna menurut pengacara yang buka kantor dirumahku kalo Azhar ribut dengan saudara saya tentang kasus yang dipegang saudara saya yang pengacara, makanya disuruhnya wartawan menaekkan berita tentang rumah dinas perkebunan provinsi yang berada di labuhanbatu yang seharusnya menjadi rumah tinggal malah menjadi kantor pengacara", ucap N meniru perkataan  salah satu ASN Dinas perkebunan provinsi Sumatera Utara inisial N dan inisial A.
 
Lanjutnya, "Setahu saya, kalo suami saya urusan di pengadilan agama hanya mendampingi saja tentang anak bukan urusan perceraian, karna suami saya tugas di lembaga perlindungan anak, jangan kakak bilang kalo suami saya menyuruh wartawan menaekkan berita, kawan dia banyak wartawan jadi jangan katakan kalo ada wartawan yang datangi kerumah kalian disuruh suamiku", jawab inisial N.

Yang mana dalam perdebatan itu salah seorang tenaga honorer dinas perkebunan provinsi sumatera utara inisial U meredam dan mengajak kedua ASN tersebut untuk kembali pulang kerumah.Dengan perdebatan yang besar salah satu ASN dinas perkebunan provinsi pulang kerumahnya dengan alasan mau menyediakan makanan untuk suaminya karna baru pulang. Dalam keadaan bersamaan salah satu ASN dinas perkebunan provinsi sumatera utara menyampaikan bahwa Azhar suka menyuruh wartawan mendatangi saya apalagi berita yang dinaikkan sekarang sama wartawan, pungkas inisial N.

Hal ini, istri saya menyampaikan kepada saya tentang kedatangan mereka agar dipertanyakan kepada mereka kenapa mereka menuduh saya tentang viralnya pemberitaan di media rumah dinas perkebunan provinsi berubah menjadi kantor pengacara, ujar ketua LPA Labuhanbatu.

Lanjutnya, saya mendatangi rumah salah satu ASN nya inisial A di kompleks disbun aek tapa b asrama haji ternyata dirumah tersebut sudah ada seorang ASN yang mendatangi rumah saya inisial N, saya mempertanyakan kepada mereka kenapa mendatangi rumah saya  dan apa permasalahannya. Salah satu ASN inisial N mengatakan kepada saya, "Kami yang bertanya am mu sekarang masalah kek mana?", Saya bingung apa yang dipertanyakan inisial N salah satu ASN tersebut kepada saya, yang mana saya tidak tahu apa permasalahannya, ucap Azhar.

Dalam percakapan tersebut tidak dilanjutkan dikarenakan salah satu ASN inisial N marah-marah karena percakapan kami direkam anggota saya, makanya terjadi percekcokan antara saya dengan ASN tersebut beserta keluarga ASN dan mengatakan kepada bahwa saya adalah "Dalang" pemberitaan yang viral tentang rumah dinas perkebunan provinsi berubah menjadi kantor pengacara, pungkas ketua.

Disela lain ketua lembaga perlindungan anak labuhanbatu bung Azhar Harahap menghubungi pengacara yang dikatakan inisial N sebagai saudaranya, saya pertanyakan kepada pengacara tersebut apakah dalam permasalahan perceraian yang dikuasakan sama kakak ada ribut sama saya, karna kedua ASN tersebut bahwa awalnya kejadian pemberitaan yang viral tersebut berawal dari saudara saya yang pengacara itu ribut am si Azhar makanya disuruhnya wartawan itu memberitakannya, ujarnya."Fitnah lebih kejam dari pembunuhan, biarlah nanti kebenaran akan terbuka, terima kasih atas fitnahan kalian", tegas Azhar serta bergegas pulang.

Dalam hal ini, saat saya dan pengacara itu berkomunikasi melalui seluler bahwa kita tidak pernah ada masalah, itu hal biasa ngapain kita ribut, dan kami tertawa terbahak-bahak, dan pengacara tersebut akan mempertanyakan kepada mereka esok hari dalam hal permasalahan ini, bila mana tidak ada kata maaf dari mereka kita akan melaporkan ke penegak hukum,   tutup Azhar.(julip ependi)